Assalamualaikum Sahabat
Nisrina
Wajib Baca! 5 cara Smartphone Hancurkan Otak Anak Anda

Teknologi modern seperti televisi dan komputer
memang telah memberikan keuntungan terutama dalam dunia pendidikan. Kita pasti
merasakan keuntungan itu guys. Keduanya akan memberikan akses yang lebih besar
kepada informasi, dan presentasi yang lebih menarik untuk membantu pembelajaran
kita.
Tetapi setelah kemunculan gadget, terutama smartphone,
semuanya menjadi berubah. Televisi dan komputer kini mulai ditinggalkan, dan
banyak anak-anak yang memulai belajar dan mencari informasi dari smartphoneyang
selalu digenggamnya.
Namun tentunya, setiap teknologi selain memberikan manfaat, juga memberikan
dampak yang buruk, jika tidak diikuti dengan pengawasan dari orangtua. Apalagi
anak-anak dapat dengan mudah terhubung ke internet, yang bisa mencari informasi
apapun juga tanpa batas.
Gadget, terutama smartphone juga menyajikan berbagai macam
masalah, yang dapat mengganggu kemampuan dan kesehatan anak-anak secara
keseluruhan. Apa aja sih dampak buruknya?, yukscroll ke
bawah.
1. Menghabiskan waktu di
layar yang panjang dapat menyebabkan Emotional Quotient (EQ) rendah pada
anak-anak
Hal ini sangat berbahaya loh, terutama selama
tiga tahun pertama dalam kehidupan seorang anak. Asosiasi dokter anak di
Amerika tidak merekomendasikan kepada anak sebelum usia dua tahun, untuk
menggenggam smartphone, termasuk menonton televisi secara teratur.
Anak akan mengalami kesulitan berkomunikasi dalam kehidupan nyata, jika mereka
sering menatap layar. Mereka akan lebih fokus kepada layar terutama smartphone,
daripada memperhatikan satu sama lain. Ini tidak hanya himbauan bagi anak-anak
saja, bahkan remaja ataupun orang tua.
2. Kesulitan berbicara
Anak-anak di bawah umur 2 tahun, menurut American
Academy of Pediatrics (AAP),
tidak mempu memahami apa yang ada di layar. AAP mengatakan bahwa, balita di
bawah usia dua tahun tidak memiliki kemampuan kognitif untuk memahami apa yang
tertera di dalam layar. Sehingga mereka akan mengalami kesulitan untuk
berbicara, terutama antara orang tua dan anak. Survei yang dilakukan oleh Common
Sense Media mengungkapkan bahwa, 38 persen dari anak-anak di
bawah 2 tahun telah menggunakan gadgetseperti smartphone atau tablet, bahkan sebelum
mereka bisa berbicara atau berjalan. Ngeri banget ya guys. Jangan sampai adik
kamu atau salah satu dari anggota keluarga kamu mengalami hal ini.
3. Kurang aktif bermain
Saat anak-anak di bawah usia 12 tahun, mereka
akan menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar, daripada bermain di luar.
John Ratey, seorang dokter di Harvard, menjelaskan dalam bukunya, bahwa
keuntungan dari bermain di luar membuat anak menjadi sehat secara fisik dan
nyaman secara sosial. Bahkan 10 menit aktivitas fisik, dapat mengubah cara dan
fungsi otak. Nah kalau udah kena smatphone, pasti tidak akan ada aktifitas
bermain, sehingga fingsi otak sudah pasti akan menurun.
4. Kesehatan berkurang
Penggunaan terus-menerus dari gadget berteknologi tinggi dapat menyebabkan
masalah kesehatan bagi anak dan orangtua. Layar back-lit yang digunakan
untuk komputer dansmartphone juga dapat menyebabkan masalah mata.
Apalagi saat berjalan sambil mendengarkan musik yang menggelegar langsung ke
telinga, menyebabkan sakit kepala dan kesulitan pendengaran. Bahkan sosial
media bisa membuat anak-anak lebih mudah stres. Nah lo, gak heran kan sekarang
banyak banget anak-anak stres. Ini efek menggunakansmartphone yang berlebihan.
5. Anak-anak menderita penyakit mental
Proyek PEACH, yang dilakukan kepada lebih dari
1.000 anak-anak antara usia 10 dan 11 tahun, menemukan bahwa anak-anak yang
menghabiskan lebih dari dua jam di depan layar smartphone
akan menderita kesulitan psikologis. Ini termasuk depresi, kecemasan, kurangnya
perhatian dan perilaku anak sering bermasalah.
Anak-anak harus berinteraksi dengan orangtua atau
pengasuh dari sebagian besar waktu mereka. Anak-anak dirancang untuk belajar
berinteraksi dengan manusia lainnya, daripada belajar dari layar. Ketika anak
Anda menatap layar, keterampilan verbal mereka, pengembangan emosional, dan
perhatian dapat berkurang secara tajam. Oleh karena itu, metode tradisional
dalam belajar harus selalu dilaksanakan.
Kalau kamu sudah baca info ini guys, buruan kasih
tau adik, tetangga, adik teman atau saudara kamu yang masih anak-anak, jangan
sampai masa kecil mereka yang penuh kebahagiaan dan masa depan cerah direnggut
oleh keganasahan smartphone, bukan melarang untuk
menggunakansmartphone,
tetapi jika anak sudah diberi smartphone, maka orang tua harus
terus memantau dan mendampingi. Supaya smartphonemenjadi manfaat, bukan
sebaliknya.
Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di ->
http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!