Senin, 21 Maret 2016

Wajib Baca! 5 cara Smartphone Hancurkan Otak Anak Anda

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Wajib Baca! 5 cara Smartphone Hancurkan Otak Anak Anda

Smartphone Hancurkan Otak Anak Anda

Teknologi modern seperti televisi dan komputer memang telah memberikan keuntungan terutama dalam dunia pendidikan. Kita pasti merasakan keuntungan itu guys. Keduanya akan memberikan akses yang lebih besar kepada informasi, dan presentasi yang lebih menarik untuk membantu pembelajaran kita.
Tetapi setelah kemunculan gadget, terutama smartphone, semuanya menjadi berubah. Televisi dan komputer kini mulai ditinggalkan, dan banyak anak-anak yang memulai belajar dan mencari informasi dari smartphoneyang selalu digenggamnya.
Namun tentunya, setiap teknologi selain memberikan manfaat, juga memberikan dampak yang buruk, jika tidak diikuti dengan pengawasan dari orangtua. Apalagi anak-anak dapat dengan mudah terhubung ke internet, yang bisa mencari informasi apapun juga tanpa batas.
Gadget, terutama smartphone juga menyajikan berbagai macam masalah, yang dapat mengganggu kemampuan dan kesehatan anak-anak secara keseluruhan. Apa aja sih dampak buruknya?, yukscroll ke bawah.
1. Menghabiskan waktu di layar yang panjang dapat menyebabkan Emotional Quotient (EQ) rendah pada anak-anak
Hal ini sangat berbahaya loh, terutama selama tiga tahun pertama dalam kehidupan seorang anak. Asosiasi dokter anak di Amerika tidak merekomendasikan kepada anak sebelum usia dua tahun, untuk menggenggam smartphone, termasuk menonton televisi secara teratur.
Anak akan mengalami kesulitan berkomunikasi dalam kehidupan nyata, jika mereka sering menatap layar. Mereka akan lebih fokus kepada layar terutama smartphone, daripada memperhatikan satu sama lain. Ini tidak hanya himbauan bagi anak-anak saja, bahkan remaja ataupun orang tua.
2. Kesulitan berbicara
Anak-anak di bawah umur 2 tahun, menurut American Academy of Pediatrics (AAP), tidak mempu memahami apa yang ada di layar. AAP mengatakan bahwa, balita di bawah usia dua tahun tidak memiliki kemampuan kognitif untuk memahami apa yang tertera di dalam layar. Sehingga mereka akan mengalami kesulitan untuk berbicara, terutama antara orang tua dan anak. Survei yang dilakukan oleh Common Sense Media mengungkapkan bahwa, 38 persen dari anak-anak di bawah 2 tahun telah menggunakan gadgetseperti smartphone atau tablet, bahkan sebelum mereka bisa berbicara atau berjalan. Ngeri banget ya guys. Jangan sampai adik kamu atau salah satu dari anggota keluarga kamu mengalami hal ini.
3. Kurang aktif bermain
Saat anak-anak di bawah usia 12 tahun, mereka akan menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar, daripada bermain di luar. John Ratey, seorang dokter di Harvard, menjelaskan dalam bukunya, bahwa keuntungan dari bermain di luar membuat anak menjadi sehat secara fisik dan nyaman secara sosial. Bahkan 10 menit aktivitas fisik, dapat mengubah cara dan fungsi otak. Nah kalau udah kena smatphone, pasti tidak akan ada aktifitas bermain, sehingga fingsi otak sudah pasti akan menurun.
4. Kesehatan berkurang
Penggunaan terus-menerus dari gadget berteknologi tinggi dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi anak dan orangtua. Layar back-lit yang digunakan untuk komputer dansmartphone juga dapat menyebabkan masalah mata. Apalagi saat berjalan sambil mendengarkan musik yang menggelegar langsung ke telinga, menyebabkan sakit kepala dan kesulitan pendengaran. Bahkan sosial media bisa membuat anak-anak lebih mudah stres. Nah lo, gak heran kan sekarang banyak banget anak-anak stres. Ini efek menggunakansmartphone  yang berlebihan.
5. Anak-anak menderita penyakit mental
Proyek PEACH, yang dilakukan kepada lebih dari 1.000 anak-anak antara usia 10 dan 11 tahun, menemukan bahwa anak-anak yang menghabiskan lebih dari dua jam di depan layar smartphone akan menderita kesulitan psikologis. Ini termasuk depresi, kecemasan, kurangnya perhatian dan perilaku anak sering bermasalah.
Anak-anak harus berinteraksi dengan orangtua atau pengasuh dari sebagian besar waktu mereka. Anak-anak dirancang untuk belajar berinteraksi dengan manusia lainnya, daripada belajar dari layar. Ketika anak Anda menatap layar, keterampilan verbal mereka, pengembangan emosional, dan perhatian dapat berkurang secara tajam. Oleh karena itu, metode tradisional dalam belajar harus selalu dilaksanakan.
Kalau kamu sudah baca info ini guys, buruan kasih tau adik, tetangga, adik teman atau saudara kamu yang masih anak-anak, jangan sampai masa kecil mereka yang penuh kebahagiaan dan masa depan cerah direnggut oleh keganasahan smartphone, bukan melarang untuk menggunakansmartphone, tetapi jika anak sudah diberi smartphone, maka orang tua harus terus memantau dan mendampingi. Supaya smartphonemenjadi manfaat, bukan sebaliknya.


Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar